Selasa, 09 Mei 2017

Apa itu Scopus?

Apa itu Scopus?

Dengan melihat cepatnya pertumbuhan cakupan riset ke ranah yang lebih bersifat global, interdisiplin, dan kolaboratif, kita memerlukan sebuah pusat data (database) yang mencakup fenomena-fenomena ilmiah yang pernah diteliti oleh berbagai tim riset dari seluruh dunia selama ini. Pusat data tersebut berguna untuk melihat apa yang sudah diteliti dan mengetahui kontribusi dari penelitian yang sedang kita kerjakan diantara literatur ilmiah yang sudah ada. Atau dengan kata lain melihat sejauh mana kontribusi ilmiah yang bisa ditawarkan kepada jurnal agar mau mempublikasikan hasil karya kita.
Salah satu entitas yang paling dikenal oleh para peneliti dunia adalah Scopus. Dimiliki oleh Elsevier, salah satu penerbit utama dunia, Scopus adalah sebuah pusat data terbesar di dunia yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah yang terbit sejak puluhan tahun yang lalu sampai saat ini. Bahkan, walau jumlahnya tidak signifikan ada beberapa literatur dalam pusat data Scopus yang sudah diterbitkan di jaman sebelum terjadi Perang Dunia II. Fungsi utama Scopus adalah membuat indeks literatur ilmiah untuk memberikan informasi yang akurat mengenai metadata masing-masing artikel ilmiah secara individual, termasuk di dalamnya adalah data publikasi, abstrak, referensi, dll.
Di samping itu, Scopus juga memberikan data agregat untuk menunjukkan tingkat pengaruh suatu jurnal (journal impact) atau institusi (institutional impact) dalam dunia publikasi ilmiah berdasarkan hubungan sitasi dari dan ke artikel-artikel yang diterbitkan oleh sebuah jurnal atau dipublikasikan oleh peneliti-peneliti dari suatu institusi. Maka, pengguna Scopus dengan mudah mendapatkan informasi mengenai apa yang sudah dipublikasikan oleh penerbit-penerbit atau lembaga-lembaga riset dari seluruh dunia; dan kemana sebaiknya kita mempublikasikan karya kita.

Isi/konten Scopus

Literatur inti yang disimpan dalam pusat data Scopus terdiri dari artikel di jurnal ilmiah, buku-buku, dan prosiding konferensi ilmiah. Bidang-bidang ilmiah yang terindeks dalam Scopus meliputi 4 kategori besar yaitu: (1) Ilmu-ilmu Hayati (life sciences) yang terdiri dari pertanian, biologi, ilmu syaraf/neuroscience, dan farmakologi; (2) Ilmu-ilmu Sosial (social sciences), mencakup seni & humaniora, bisnis & manajemen, sejarah, dan ilmu informasi; (3) Ilmu-ilmu Fisik (physical sciences), yaitu kimia, rekayasa/engineering, dan matematika; serta (4) Ilmu-ilmu Kesehatan (health sciences), terdiri dari kesehatan paramedik, kedokteran gigi, keperawatan, dan kedokteran hewan. Di samping itu, Scopus juga mencakup pusat data mengenai paten-paten yang telah didaftarkan di beberapa kantor paten utama dunia.
 
Cakupan indeks Scopus berdasarkan penerbit dan displin ilmu (Sumber: Scopus)

Secara detail, cakupan Scopus terdiri dari:
  • Jurnal Ilmiah
    • Jurnal-jurnal ilmiah yang terindeks Scopus adalah jurnal yang menerapkan konsep penilaian sejawat (peer-reviewed journals), baik berupa jurnal dengan akses tertutup (subscription-based) atau terbuka (open-access).  Terdapat sekitar 21.000 judul jurnal yang diterbitkan oleh lebih dari 5.000 penerbit dari seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.800 judul diantaranya berkonsep terbuka secara penuh dengan menarik biaya publikasi dari penulis (gold open-access journals).
    • Scopus juga mencakup lebih dari 365 publikasi yang diterbitkan spesifik untuk suatu bidang industri tertentu (trade publications).
    • Scopus juga mengindeks artikel-artikel yang sudah diterima (accepted) oleh jurnal-jurnal terindeks Scopus namun belum secara penuh dipublikasikan dalam suatu edisi jurnal terkait (article-in-press). Ada sekitar 3.750 jurnal dan penerbit yang juga memasukkan article-in-press mereka untuk diindeks oleh Scopus.
  • Buku
    • Ada sekitar 50.000 buku yang sudah terindeks Scopus, dan untuk tahun 2015 ditargetkan mencapai sekitar 75.000 judul buku.
    • Ada juga sekitar 420 judul buku berbentuk serial (book series) yang terindeks Scopus.
  • Makalah konferensi
    • Scopus juga mengindeks sekitar 6,5 juta makalah seminar dalam pusat data mereka. Artikel sebanyak itu berasal dari sekitar 17.000 konferensi ilmiah dari seluruh dunia.
    • Scopus mempunyai cakupan terhadap 100% data dari pusat data inSPIRE yang mengindeks konferensi-konferensi di bidang high-energy physics.
    • Scopus juga 100% mengindeks data konferensi-konferensi bidang ilmu komputer dari pusat data DBLP.
    • Dan masih banyak lagi dari institusi-institusi riset/asosiasi ilmuwan terkenal semacam IEEE, Society of Petroleum Engineers (SPE), European Society of Cardiology (ESC), American Society for Information Security (ASIS), Japan Society of Mechanical Engineers (JSME), dll.
  • Paten
Daftar Pustaka:
- http://www.resendeve.com/newsletter/knowledge/scopus-apa-isi.html

Rabu, 03 Mei 2017

Web Science Sebagai Penghubung Antar Disiplin Ilmu

Ketika membahas Web Science kita menggunakan dua istilah ilmu yaitu ilmu fisika dan ilmu komputer. Web science adalah kombinasi dari keduanya. Web science menggabungkan penelitian dari disiplin ilmu yang beragam seperti Sosiologi, Ilmu Komputer, Ekonomi dan Matematika. Menurut ilmuwan komputer Amerika Ben Shneiderman : "Web Science" adalah pengolahan informasi yang tersedia di web dalam hal yang sama dengan yang diterapkan pada lingkungan alam. Web Science Institute menjelaskan Web science sebagai fokus "kekuatan analitis peneliti dari disiplin ilmu yang beragam seperti matematika, sosiologi, ekonomi, psikologi, hukum dan ilmu komputer untuk memahami dan menjelaskan Web." Tentunya, web science juga berperan dalam hubungan antara manusia dan teknologi. Salah satu contohnya adalah Health Web Science muncul sebagai sub-disiplin dari Web Science yang mempelajari bagaimana memanfaatkan Web untuk meningkatkan kesehatan manusia.

Menurut Bernes-Lee, Web Science merupakan kajian sains dari Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana peneliti melakukan pendekatan terhadap Web untuk membuat berbagai inovasi. Menggunakan teknik ilmiah dan matematika yang kuat dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan inovasi. Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0. Sejak diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar biasa. Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee, 2006] banyak menekankan pada trend perkembangan Web, tantangan dalam pengembangan Web, pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi, dan mengidentifikasikan varian dari penelitian Web secara ringkas.

Web mengubah cara para ilmuwan untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan mengembangkan inovasinya. Semakin hari kebutuhan akan web sangat dibutuhkan oleh para ilmuwan. Peneliti sangat bergantung pada Web, tetapi tidak memiliki suatu 'wadah' untuk lebih leluasa menjelajahi Web. Karena, pada awalnya, mereka tidak sepenuhnya mempunyai 'akses' dengan komunitas riset Web. Oleh karena itu, dicetuskanlah Web Science untuk memenuhi kebutuhan ilmuwan. Web Science menjadi jenis media yang baru dengan akses semakin luas diiringi dengan peningkatan keamanan privasi jaminan dan kontrol informasi di Web. Web Science juga menjadi sumber data dengan basis pengetahuan luas, karena Web Science merupakan ilmu interdisiplin, penghubung antar disiplin ilmu.

Daftar Pustaka:
- http://rinahafz.blogspot.co.id/2016/03/web-science-sebagai-penghubung-antar.html

Kamis, 27 April 2017

Soal Matematika Informatika (Tree)

MATEMATIKA INFORMATIKA


Disusun Oleh:
                           1. Ahmad Ghifari Nugraha      (57415438)
2. Alghifari Fikri S              (50415528)
3. Crisma Wesya G             (51415536)
4. Ilham Hadiprasetyo                (53415277)
5. Rayhan Pamungkas W    (55415707)
                           6. Satyo Priyangka                        (56415441)
                           7. Wildan Rhomad Wijanarko  (57415152)
Kelas : 2IA13
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI/TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


Contoh Soal Tree
1.      Tentukan pre order, in order dan post order pada tree dibawah ini :

Jawab :
Pre order    = A B W G H I P Q R S T Z C J K U V X D L E M N Y F O
In Order    = I H G P Q R S T Z A B W C J K U V X D L E M N Y F O
Post Order = I Z T S R Q P G W B X V U K N Y M L J O F E D C A

2.      Tentukan Leaf dari tree di bawah ini :

Jawab : A4, A5, A6

3.      Tentukan pre order, in order dan post order pada tree dibawah ini :

Jawab :
Pre order     = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
       In Order     = 7 6 8 9 10 1 4 5 3 2
       Post Order              = 7 6 8 9 10 4 5 3 2 1

4.      Dari ke 3 Tree gabungkanlah menjadi binary tree :

                                                          

Jawab :

5.      Infix dari gambar di bawah ini adalah :
Jawab : d – e * f * a + b / c

6.      Postfix dari gambar dibawah ini adalah :
Jawab : a b c / + d e f * - *

7.      Tinggi atau kedalaman pohon dibawah ini adalah :
Jawab : Tinggi(kedalaman pohon)nya adalah 4. Karena level maksimum dari suatu pohon disebut tinggi/kedalaman pohon, perhitungan level pohon dari 0 sampai 4 sehingga level maksimummnya adalah 4.

8.      Leaf dari Tree pada soal no 7 adalah :
Jawab  : h, i , j , l, m

9.      Root dari Tree pada soal no 7 adalah :
Jawab : a
10.  Manakah yang termasuk Ancestor I dari Tree pada soal no 7 ?
Jawab : a, d, g, k

Rabu, 29 Maret 2017

Web Science

Pengertian , Sejarah dan Perkembangan Web Science

* Pengertian Web Science

Web science adalah ilmu pengetahuan untuk membuat dan memanipulasi web. Web adalah kumpulan halaman yang dapat menampilkan informasi berupa gambar, animasi, tulisan, suara maupun gabungan dari keseluruhannya yang bersifat statis atau dinamis yang dapat membentuk rangkaian yang saling terkait yang dihubungkan dengan banyak link. Science adalah ilmu pengetahuan yang didapat dan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat untuk memberi informasi yang akurat. pada awalnya sebuah usaha bersama antara MIT dan universitas southtamton yang menghubungkan aspek sosial dengan aspek teknik di dalam WWW (world wide web). pada tahun 2006 MIT sebagai Web Science Research Initiative (WSRI) atau sebuah lembaga yang bergerak di bidang penelitian web.kemudian di tahun 2009 berganti nama menjadi the Web Science Trust..  Lalu tim Berners-Lee sebagai pemimpin dari program penelitian terebut bermaksud menarik pemerintah dan swasta terlibat dalam pembuatan kurikulum sebagai syarat untuk lulus sebagai sarjana. Tujuan dari web science adalah  untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui source code dari web itu sendiri dan bagaimana kita dapat memanfaatkan web tersebut untuk melakukan hal yang positif.

* Sejarah Singkat tentang Web :

Di awal tahun 1980 telah dikenal sebuah teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang website. Pada tahun itu sangat membantu dalam komunikasi antar manusia di dunia karena dalam website tersebut user bisa melihat informasi yang ditampilkan oleh pemilik website. Informasi yang berupa tulisan dapat diakses dari seluruh dunia.
Website yang kita kenal sekarang ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau bekerja di European Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret 1989, “Tim” mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk pertukaran informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/
Sejarah web juga berkaitan dengan sejarah perkembangan teknologi komputer. Karena pada awalnya tampilan web masih sangatlah sederhana, hanya menampilkan teks, lalu untuk hyperlink (link) pada saat itu masih menggunakan tampilan nomor yang menghubungkan antara satu halaman ke halaman lainnya.
 Website ditulis, atau secara dinamik di konversi menjadi HTML dan diakses melalui sebuah program software yang biasa disebut dengan web browser, yang dikenal juga dengan HTTP Client. Halaman web dapat dilihat atau diakses melalui jaringan komputer dan internet, perangkatnya bisa saja berupa komputer pribadi, laptop, PDA ataupun telepon selular. Sebuah website dibuat didalam sebuah sistem komputer yang dikenal dengan server web, juga disebut HTTP Server, dan pengertian ini juga bisa menunjuk pada software yang dipakai untuk menjalankan sistem ini, yang kemudian menerima lalu mengirimkan halaman-halaman yang diperlukan untuk merespon permintaan dari pengguna. Apache adalah piranti lunak yang biasa digunakan dalam sebuah webserver, kemudian setelah itu adalah Microsoft Internet Information Services (IIS).

* Perkembangan Web :

a. Web 1.0
Web 1.0 dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read. Kira-kira pada Tahun 1997 sudah semakin berkembang untuk tampilan sebuah website. Jika tahun sebelumnya hanya dapat menampilkan tulisan saja maka gambar pun bisa tertampil di halaman website. Seperti contoh website google.com di tahun 1997-1998 dimana tulisan google yang tertera di halamannya bukan sekedar tulisan yang diketik melainkan sebuah gambar yang menggunakan tulisan sebagai ikon utamannya.
Tahun 1998, Google berdiri dan internet menjadi semakin mudah untuk dijamah. di kala itu potensi website dengan format portal berita dan toko online (seperti amazon.com) di lirik besar-besaran oleh investor. Di US, dana jutaan dollar diinvestasikan untuk masuk ke bidang online yang sayangnya, tidak semua website dengan modal jutaan dollar tadi dapat menghasilkan. Pada pertengahan 2000, gelembungan dana (bubble) yang masuk ke internet pecah (burst) juga. Dana yang masuk tidak berputar kembali menjadi keuntungan.
Jadi pada Web 1.0 merupakan teknologi awal dari website, dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan pengguna hanya sebagai pembaca (seperti membaca koran lewat computer, aktifitasnya hanya searching saja). Bahasa yang digunakan pada web ini masih berupa HTML saja.

b. Web 2.0
Banyak perusahaan online tumbang di masa DotCom Bubble burst, namun banyak juga yang bertahan. Google, Yahoo, Amazon dan eBay adalah beberapa diantaranya. Kehancuran selalu menyisakan pemain berkualitas yang bertahan. Dari keruntuhan DotCom Bubble burst tersebut, wajah world wide web perlahan mulai berubah.
Di tahun 2001, wikipedia di luncurkan. Apple mendirikan iTunes. Di tahun 2002, friendster di luncurkan. Perlahan, world wide web mulai di huni oleh website – website dengan karakteristik yang berbeda dengan website – website yang eksis sebelum dotcom bubble burst. Website website tersebut memiliki satu ciri mencolok bernama partisipasi sehingga pada tahun 2003, istilah web 2.0 muncul
Istilah web 2.0 tidak mengklasifikasikan world wide web berdasarkan teknologinya, namun berdasarkan karakter website tersetbut. Istilah web 2.0 juga memunculkan istilah web 1.0: Satu istilah untuk era sebelum web 2.0
Pada garis besarnya, web 2.0 berbicara mengenai partisipasi. hubungan komunikasi many-to-many. Jika pada era web 1.0 (era sebelum web 2.0, dari 1990 hingga 2001) pengguna internet dengan mudah membrowse internet, namun pengadaan konten di internet masih ‘dikuasai’ oleh para geek yang menguasai bahasa HTML untuk membuat halaman web. Komunikasi yang terjadi pun hanya satu arah: dari pemilik website ke pengunjungnya. Pada era web 2.0, pengadaan konten di internet tidak lagi dikuasai oleh geek. Website – website yang digolongkan ke dalam kategori web 2.0 (kita akan menuliskan lebih rinci tentang web 2.0 di tulisan selanjutnya) memfasilitasi pengguna internet biasa untuk menuliskan konten mereka sendiri: Website sharing foto seperti flickr, blog service seperti wordpress.com, blogger.com, video sharing seperti YouTube, dll. Komunikasi pun terjadi secara dua arah, dimana pengunjung web juga bisa memberikan informasi.
Web 2.0 muncul dimana para pengguna website-pun dapat berkomunikasi 2 arah dan memiliki berbagai kelebihan lainnya.

Kelebihan dari web ini adalah sebagai berikut (menurut O’Reilly media):

* The Web as Platform (Pengerjaan suatu aplikasi/tulisan dapat langsung dikerjakan di media internet tanpa harus mengerjakannya terlebih dahulu di windows desktop)
* Harnessing Collective Intelligence (Web 2.0 memiliki kinerja untuk memanfaatkan tulisan orang lain untuk mengisi konten web secara kolektif (tidak hanya webmaster yang mengisi konten sendiri), contohnya seperti youtube)
* Data is the Next Intel Inside (merupakan suatu garansi kepercayaan dari para pemberi data kepada pemilik website bahwa pada era web 2.0 data sangatlah penting dan harus di update setiap waktu)
* End of the Software Release Cycle (pada web 2.0 aplikasi software dapat langsung digunakan lewat internet/internet menjadi platform menjalankan program)
* Lightweight Programming Models (pembuatan web 2.0 menggunakan bahasa yang ringan dan mendukung pengembagan program).
Perkembangan sumber daya manusia yang semakin hari semakin berkembang, tak urung dalam peningkatan di bidang website pun semakin meningkat. Boleh dikatakan bahwa website di era ’80 an merupakan website 1.0 dan di era sekarang merupakan website 2.0. Lalu apa yang membedakan antara website 1.0 dengan website 2.0 ? Kalau kita lihat ada banyak sekali perkembangan yang terjadi. Misalnya saja kalau jaman dahulu di website 1.0 user hanya bisa melihat informasi saja, kalau di jaman sekarang website 2.0 kita user bisa berkomunikasi dengan lebih fleksibel.

Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
1. Perilaku pengguna Membaca (Web 1.0) Menulis
2. Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
3. Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML

 Beberapa Aplikasi pada Web Science :
• Mozilla
• Mozilla Firefox (sebelumnya bernama Firebird dan Phoenix)
• CometBird
• Epiphany, browser default GNOME saat ini
• Camino untuk Mac OS X (sebelumnya bernama Chimera)
• K-Meleon untuk Windows
• Kazehakase browser web GTK2 yang sangat ringan untuk GNU/Linux
• Beonex Communicator
• Browser Web IBM untuk OS/2
• Aphrodite
• Salamander
• Skipstone
• BackArrow (berbasis Skipstone)

Daftar Pustaka:
-http://si283.ilearning.me/2015/11/20/pengertian-sejarah-dan-perkembangan-web-science/

Kamis, 19 Januari 2017

Pendapat Tentang Alat Komunikasi di Masa Depan

2.1 Pendapat tentang alat komunikasi di masa depan


Alat teknologi komunikasi di masa depan akan menjadi hal yang sangat universal yang berarti kita dapat melakukan apapun yang kita inginkan hanya dengan teknologi komunikasi. Salah satu contohnya adalah telepon genggam, menurut saya telepon genggam di masa depan akan dapat menyaingi  performa komputer. Bahkan mungkin di masa depan performa telepon genggam akan melampaui performa komputer, salah satu hal yang ada di pikiran saya adalah suatu saat handphone akan menjadi salah satu hacking device yang memiliki performa super, sehingga para hacker mungkin tidak akan menggunakan pc atau laptop lagi tetapi cukup hanya dengan menggunakan handphone di genggaman mereka. 

Dampak Era Internet Dan New Media

1.1 Dampak Positif dan Negatif Internet

1. Dampak Positif

·        - Internet sebagai media komunikasi
Internet membantu para pengguna untuk berkomunikasi dengan manusia lain dari berbagai dunia. Misalnya via chatting, email, video call. Dan jejaring sosial sebagai media komunikasinya seperti facebook, twitter, dan lainnya
·         -Internet sebagai media pertukaran data
Dengan adanya internet para pengguna dapat bertukar informasi dengan cepta dan murah.
·        - Internet sebagai media untuk mencari informasi atau data
Para pengguna dapat mencari berita yang terbaru dan dapat juga mencari berita berita yang sudah ada dari seminggu lalu dan pengguna dapat mencari data dengan search engine seperti google, yahoo, dll.
·        - Internet sebagai media pendidikan dan hiburan
Para pengguna bisa menggunakan internet sebagai media belajar dan biasanya para anak anak juga bisa menggunakan internet untuk hiburan seperti bermain games.
·       -  Internet sebagai media bertransaksi dan berbisnis
Para pengguna bisa bertransaksi dan berbisnis melalui internet misalnya melalui penjualan online di internet dan menjadi lebih simple.

2. Dampak Negatif

·       -  Pornografi
Hal ini dapat merusak moral terutama moral para remaja.
·         -Kekejaman dan kesadisan
Terkadang adegan pada games online berpengaruh kepada anak kecil. Apabila adegannya keras maka biasanya anak kecil tersebut meniru kekerasan tersebut.
·         -Penipuan
Biasanya di internet terdapat penipuan berupa undian dan iklan-iklan cepat menjadi jutawan.
·         -Cyber Crime
Merupakan dampak negatif karena dapat merusak apapun yang ada di dunia maya.


1.2 Dampak era digital terhadap azaz demokrasi di indonesia

partai politik semakin memanfaatkan media teknologi komukasi dan informasi untuk mendekatkan diri kepada para pemilih dan beberapa jajak pendapat yang dilakukan dibeberapa media teknologi (internet) ternyata menunjukkan hasil yang berbeda dengan hasil riset yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei.
Pertanyaannya, efektifkah penerapan e-democracy di Indonesia? kalkulasi sementara menginformasikan efektifitasnya masih terbatas pada skala lokal – perkotaan. E-democracy akan efektif diterapkan pada komunitas epistemis yang well-informed dan cenderung sulit membagi waktu untuk terlibat dalam secular civic engagement. E-democracy juga akan efektif bila tidak hanya diterapkan untuk akumulasi kekuatan politik seperti yang kita temui pada pemilu, tetapi juga dalam mengorganisasikan kekuatan massa untuk menggerakkan mereka kepada tujuan-tujuan tertentu. Perubahan-perubahan kultural bukan tidak mungkin dimulai lewat proses radikal ‘meletakkan semua hal dan semua orang online’ sehingga mampu melucuti kesulitan-kesulitan spasial karena letak geografis dalam berkomunikasi.

Tak diragukan lagi, peran teknologi informasi sebagai alat pokok dalam menjembatani kebuntuan komunikasi politik antara elit dan warga negara. Meskipun belum pasti mampu memperkuat nilai-nilai demokrasi, tapi tantangan kontemporer demokrasi adalah sejauh tidak kehilangan ruh legitimasi warga negara dengan cara melibatkan mereka dalam proses politik atau pengambilan kebijakan. Terbentuknya penghubung antara e-citizen dan e-government setidaknya mentransendisikan satu pola baru komunikasi politik dimana kita tidak hanya merasakan bentuk keterlibatan politik saja, namun mampu mengeksplorasi ide-ide ideal kenegaraan sesama warga negara.

Daftar Pustaka:
-https://ratriliapadwacharisma.wordpress.com/2014/10/06/pengantar-teknologi-internet-dan-new-media-sejarah-internet-pengertian-internet-perkembangan-internet-dampak-positif-dan-negatif-internet/
-https://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi_internet